Review Market Trading Oil Hari Ini – 19 Agustus 2025

Review Market

Daftar isi Artikel

1. Berita Masa Lalu yang Mempengaruhi Harga Minyak (5 Hari Terakhir)

Berikut adalah peristiwa penting dalam lima hari terakhir yang memengaruhi harga minyak:

  1. Keputusan OPEC+ untuk Meningkatkan Produksi: Pada 24 Agustus 2025, OPEC+ mengumumkan peningkatan produksi sebesar 547.000 barel per hari (bpd) untuk September, sebagai bagian dari strategi untuk merebut pangsa pasar. Namun, harga tetap stabil di sekitar $67-$70 per barel karena permintaan musiman yang kuat.
  2. Ketegangan Geopolitik Rusia-Ukraina: Serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia pada 25 Agustus memicu kekhawatiran gangguan pasokan, mendorong kenaikan harga minyak sebesar 2,26% pada hari itu.
  3. Data Persediaan Minyak AS yang Lebih Rendah: Laporan EIA pada 27 Agustus menunjukkan penurunan stok minyak AS sebesar 419 juta barel, jauh di bawah rata-rata lima tahun, yang mendukung kenaikan harga Brent ke $68 per barel.
  4. Pengumuman Kebijakan Tarif AS: Pada 26 Agustus, pengumuman tarif AS terhadap impor Tiongkok memicu kekhawatiran tentang penurunan permintaan minyak global, menekan harga WTI ke $63 per barel.
  5. Peningkatan Permintaan Musiman Timur Tengah: Permintaan musiman untuk minyak di Timur Tengah, terutama untuk pembangkit listrik, mendorong harga minyak naik pada 28 Agustus, dengan Brent mencapai $67,81 per barel

2. Berita Hari Ini yang Mempengaruhi Harga Minyak

Hari ini, beberapa berita utama memengaruhi pergerakan harga minyak:

  1. Pasar Menantikan Data Ekonomi AS: Trader fokus pada rilis data PCE AS hari ini, yang dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga Federal Reserve. Suku bunga yang lebih tinggi berpotensi melemahkan permintaan minyak.
  2. Kompensasi Overproduksi OPEC+: Beberapa anggota OPEC+, seperti Irak dan Kazakhstan, mulai mengompensasi kelebihan produksi sebelumnya, yang dapat membatasi pasokan dan mendukung harga.
  3. Stabilitas Pasokan Rusia: Pasokan minyak Rusia melalui pipa Druzhba ke Slovakia kembali normal, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan jangka pendek.
  4. Permintaan Tiongkok yang Lemah: Data impor minyak Tiongkok menunjukkan pertumbuhan di bawah ekspektasi, menambah tekanan bearish pada harga minyak hari ini.

3. Berita yang Harus Diwaspadai

Trader perlu mewaspadai beberapa peristiwa berikut yang dapat memengaruhi harga minyak dalam waktu dekat:

  1. Pertemuan OPEC+ pada 7 September: OPEC+ akan mempertimbangkan penambahan produksi sebesar 1,65 juta bpd. Keputusan ini dapat memengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan global.
  2. Eskalasi Ketegangan Geopolitik: Potensi sanksi baru AS terhadap Rusia atau Iran dapat mengganggu pasokan minyak, memicu lonjakan harga.
  3. Data Persediaan Minyak Global: Laporan mingguan EIA dan OPEC dapat mengubah sentimen pasar, terutama jika stok minyak terus menurun.
  4. Kebijakan Moneter Federal Reserve: Jika data PCE menunjukkan inflasi tinggi, Federal Reserve mungkin menunda pemotongan suku bunga, yang dapat menekan permintaan minyak.

4. Berita Viral yang Mempengaruhi Harga Minyak

Berita viral di platform seperti X juga memengaruhi sentimen pasar minyak:

  1. Prediksi Bearish di X: Pengguna @Engineeringhere memprediksi penurunan harga minyak ke $45 per barel, memicu spekulasi bearish di kalangan trader ritel.
  2. Komentar Analis tentang OPEC+: Postingan viral di X tentang keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi memicu diskusi tentang potensi banjir pasokan, menekan harga minyak.
  3. Spekulasi Tarif AS-Tiongkok: Berita viral tentang tarif AS terhadap Tiongkok menyebar di X, meningkatkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global dan penurunan permintaan minyak.

5. Kesimpulan Fundamental Minyak

Berdasarkan analisis fundamental, harga minyak saat ini mengalami pullback normal dalam tren bearish jangka panjang.
Meskipun terjadi kenaikan harga akibat permintaan musiman dan gangguan pasokan jangka pendek, proyeksi jangka panjang menunjukkan harga Brent dan WTI akan tetap di bawah $70 per barel hingga akhir 2025, dengan potensi penurunan ke $50 pada 2026.

6. Saran Trading

Strategi Berdasarkan Stochastic

Time Frame: Gunakan M15, M30, atau H1 untuk akurasi lebih baik.

Sinyal Beli (Buy):

  • Perhatikan Stochastic di level 20% (oversold).
  • Cari konfirmasi bullish, seperti divergence bullish atau crossover Stochastic ke atas.
  • Entry: Buka posisi beli setelah konfirmasi.
  • Target: Sesuaikan dengan strategi range harian (lihat di bawah).
  • Stop Loss: Tempatkan di bawah level support terdekat.

Sinyal Jual (Sell):

  • Perhatikan Stochastic di level 80% (overbought).
  • Cari konfirmasi bearish, seperti divergence bearish atau crossover Stochastic ke bawah.
  • Entry: Buka posisi jual setelah konfirmasi.
  • Target: Sesuaikan dengan strategi range harian (lihat di bawah).
  • Stop Loss: Tempatkan di atas level resistance terdekat.

Strategi Berdasarkan Range Harian (118 Pips)

  1. Agresif:
    • Entry: Masuk di area range kecil setelah konsolidasi atau breakout.
    • Target Profit: Keluar berdasarkan momentum, tanpa menetapkan jumlah pips tertentu.
    • Risiko: Tinggi, tetapi potensi profit besar.
  2. Moderat:
    • Entry: Masuk di area pertengahan range.
    • Target Profit: 59 pips (setengah dari range harian).
    • Risiko: Moderat dengan potensi profit seimbang.
  3. Konservatif:
    • Entry: Masuk di area support/resistance setelah konfirmasi Stochastic.
    • Target Profit: 29,5 pips (seperempat dari range harian).
    • Risiko: Rendah dengan profit terbatas.

Update harga minyak terkini atau tips trading? Ikuti akun kami di X atau kunjungi PTNTC.COM atau Akademi Trading Oil untuk informasi terbaru!

Bagikan artikel ini:

Komentar:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *