1. Keseimbangan Penawaran dan Permintaan
1.1. Penawaran
Pasokan minyak global berasal dari negara‑negara OPEC dan non‑OPEC serta minyak serpih (shale) AS yang dalam dekade terakhir meningkatkan kontribusinya terhadap total produksi dunia.
Kapasitas cadangan pada fasilitas penyimpanan, terutama di negara‑negara OECD, mencerminkan sejauh mana pasar dapat meredam guncangan pasokan sementara; inventori global yang mendekati batas bawah lima tahun menunjukkan pasokan ketat dan berpotensi mendorong harga naik.
1.2. Permintaan
Pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) negara berkembang dan maju secara langsung meningkatkan konsumsi energi, terutama di sektor transportasi dan industri.
Fluktuasi permintaan musiman—seperti lonjakan penggunaan bahan bakar untuk pemanas di musim dingin—juga menjadi pendorong utama perubahan harga minyak.
2. Faktor Geopolitik
Konflik di kawasan Timur Tengah, sanksi terhadap minyak Rusia, dan ketegangan di Laut China Selatan dapat mengganggu pasokan dan menimbulkan premi risiko (risk premium) pada harga minyak.
Studi menunjukkan bahwa shock geopolitik yang mengurangi produksi hanya 1% dapat menaikkan harga minyak hingga lebih dari 10% pada periode awal gangguan.
3. Indikator Makroekonomi
Kebijakan suku bunga bank sentral, terutama Federal Reserve AS, memengaruhi biaya pinjaman dan investasi sektor energi, yang berdampak pada produksi jangka panjang.
Perang dagang dan tarif impor menekan pertumbuhan ekonomi serta mengurangi permintaan minyak, sebagaimana ditunjukkan oleh penurunan proyeksi permintaan IEA akibat ketegangan dagang antara AS dan China.
4. Nilai Tukar Mata Uang
Karena transaksi minyak global umumnya menggunakan dolar AS (petrodollar), penguatan dolar membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan dan harga.
Sebaliknya, pelemahan dolar dapat mendorong harga minyak naik karena biaya impor menurun bagi pembeli berdenominasi mata uang lokal.
5. Spekulasi Pasar
Traders dan hedge funds mengambil posisi spekulatif melalui kontrak berjangka (futures), yang dapat memperlebar volatilitas harga minyak dalam jangka pendek. Berita tentang stok minyak, prospek pertumbuhan ekonomi, atau perubahan kebijakan OPEC sering memicu aksi “buy the rumor, sell the news” di pasar berjangka.
6.Faktor Musiman dan Cuaca
Permintaan musim dingin untuk pemanas dan musim panas untuk bahan bakar transportasi memunculkan pola musiman yang berulang setiap tahun.
Badai tropis di Teluk Meksiko, misalnya, dapat menghentikan sementara produksi kilang dan sumur lepas pantai, menimbulkan kekhawatiran pasokan jangka pendek.
7. Teknologi dan Biaya Produksi
Kemajuan digital (digital oilfield) dan otomatisasi telah memangkas biaya per barel hingga 25–40% dengan meningkatkan efisiensi pengolahan dan pemeliharaan fasilitas.
Namun, biaya pengeboran dan eksplorasi—terutama di sumur serpih dan ladang lepas pantai—masih memerlukan investasi besar, yang membuat perusahaan menyesuaikan target produksi sesuai harga pasar
8. Kebijakan Lingkungan dan Regulasi
Pengenaan pajak karbon, standar emisi ketat, dan insentif transisi energi mendorong biaya produksi dan investasi pada alternatif terbarukan, sehingga memengaruhi harga minyak dari sisi jangka menengah panjang.
Larangan impor minyak mentah dari negara tertentu karena isu lingkungan atau HAM juga dapat memicu reshuffle pasokan global dan memengaruhi harga.
9. Keputusan OPEC dan Sekutunya
OPEC+ secara rutin menetapkan kuota produksi untuk menyeimbangkan pasar; keputusan pemangkasan atau peningkatan produksi langsung tercermin dalam gerak harga minyak mentah Brent dan WTI.
Sebagai contoh terbaru, peningkatan kuota produksi beberapa anggota OPEC pada Mei 2025 mendorong harga Brent turun lebih dari 14% hanya dalam sepekan.
Disclaimer : Artikel ini dibuat untuk tujuan edukatif dan informatif. Informasi yang disajikan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi atau rekomendasi perdagangan minyak. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Harga minyak sangat fluktuatif dan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Daftar Membership di : Akademi Trading Oil
Follow Tiktok ATO : akademitraderoil