Trump Putin Summit: Harga Minyak Anjlok atau Meledak ke $90 ?

Trump-Putin

Daftar isi Artikel

Pasar Minyak Menunggu Hasil Pertemuan Bersejarah di Alaska

Pasar energi global tengah bersiap menghadapi salah satu momen geopolitik paling krusial tahun ini. Trump–Putin Summit di Alaska akan berlangsung pada 15 Agustus 2025 dan berpotensi menentukan arah harga minyak dunia. Penyelenggara memilih Anchorage karena alasan strategis—wilayah ini pernah berada di bawah kekuasaan Rusia, letaknya dekat Arktik, dan memiliki peran penting dalam energi serta pertahanan.

Sinyal dari pasar menunjukkan bahwa pelaku industri minyak mentah sangat waspada. Kontrak berjangka Brent saat ini bertahan di kisaran $66–$67 per barel, naik tipis dari posisi terendah pekan lalu. Meskipun ada sedikit penguatan, trader menahan diri untuk tidak mengambil posisi besar sebelum pihak terkait mengumumkan hasil pembicaraan.


Dua Skenario Utama dan Dampaknya terhadap Harga Minyak

Analis memproyeksikan dua skenario besar yang bisa muncul dari pertemuan ini:

  1. Pelonggaran Sanksi
    Jika Trump dan Putin mencapai kesepakatan untuk melonggarkan sanksi terhadap ekspor minyak Rusia, pasokan global akan melonjak. Kondisi ini berpotensi menekan harga minyak dunia, bahkan bisa memicu tren bearish jangka menengah.
  2. Pengetatan Sanksi
    Sebaliknya, jika pertemuan gagal dan sanksi justru diperketat—misalnya dengan pembatasan ekspor baru atau tarif tambahan terhadap pembeli utama seperti China dan India—pasokan global akan menyusut. Goldman Sachs bahkan memperkirakan harga Brent bisa melonjak hingga $90 per barel jika skenario ini terwujud.

Sentimen Pasar: Dari Waspada ke Potensi Volatilitas Tinggi

Sebelum summit ini, sentimen pasar cenderung hati-hati. Backwardation pada kurva berjangka sedikit melemah, namun premi risiko tetap ada. Rystad Energy mencatat, ketidakpastian seputar hasil pertemuan telah menambah premi risiko bullish di harga minyak.

Trader berpengalaman memandang momen ini sebagai peluang sekaligus risiko. Strategi seperti hedging dengan opsi atau straddle menjadi populer untuk mengantisipasi lonjakan volatilitas pasca-summit.


Outlook Minggu Depan

Minggu depan, pergerakan harga minyak akan sangat bergantung pada isi kesepakatan di Alaska. Pelonggaran sanksi kemungkinan memicu aksi jual di awal pekan, sementara kegagalan pertemuan bisa memicu reli tajam. Selain itu, data inventaris minyak AS dan laporan OPEC+ akan menjadi katalis tambahan yang menentukan arah harga.

Disclaimer : Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Konten tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Keputusan perdagangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Baca Juga : PPI AS Naik, Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Langsung Goyah
Update harga minyak terkini atau tips trading? Ikuti akun kami di X atau kunjungi PTNTC.COM atau Akademi Trading Oil untuk informasi terbaru!

Bagikan artikel ini:

Komentar:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *