Produksi Minyak AS Jadi Sorotan
Produksi minyak Amerika Serikat kembali menjadi pusat perhatian. Energy Information Administration (EIA) memproyeksikan output minyak mentah AS turun pada 2026 ke sekitar 13,2 juta barel per hari (bph). Angka ini menandakan perlambatan setelah periode ekspansi panjang di sektor shale.
Namun, tidak semua analis setuju dengan pandangan tersebut. East Daley Analytics justru menilai proyeksi itu terlalu pesimistis. Mereka memperkirakan produksi bisa bertahan lebih tinggi, sekitar 13,6 juta bph, bahkan berpotensi naik ke 13,7 juta bph dalam jangka menengah.
Faktor yang Menopang Produksi
East Daley menekankan bahwa beberapa faktor penting masih menjadi penopang kuat produksi minyak AS:
- Dominasi perusahaan besar – ExxonMobil dan Chevron terus mendorong efisiensi melalui konsolidasi dan akuisisi, sehingga kapasitas produksi tetap solid.
- Minimnya divestasi – Tidak ada tanda pelepasan aset besar-besaran dari perusahaan minyak utama.
- Efisiensi operasional – Perusahaan shale kini lebih disiplin dalam manajemen biaya, memungkinkan mereka tetap profit meski harga turun.
Dengan faktor-faktor ini, East Daley menilai pasar terlalu cepat mengasumsikan bahwa produksi minyak AS akan melemah.
Implikasi Bagi Harga Minyak dan Trader
Ketidakselarasan pandangan antara EIA dan East Daley memberi ruang interpretasi yang luas bagi pelaku pasar. Jika produksi tetap kuat, maka ancaman oversupply global akan meningkat, sejalan dengan proyeksi Goldman Sachs yang melihat surplus hingga 2026. Tekanan harga minyak bisa lebih nyata.
Sebaliknya, jika proyeksi EIA terbukti benar dan produksi melemah, maka pasokan global berkurang. Kondisi ini dapat memperkuat harga minyak, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung.
Bagi trader, penting untuk:
- Memantau data mingguan EIA terkait persediaan minyak AS.
- Mengikuti laporan rig count Baker Hughes sebagai indikator aktivitas pengeboran.
- Mengantisipasi sinyal dari perusahaan besar seperti ExxonMobil dan Chevron.
Kesimpulan
Polemik antara EIA dan East Daley menunjukkan bahwa outlook produksi minyak AS masih penuh tanda tanya. Divergensi pandangan ini berpotensi memicu volatilitas harga, yang bisa dimanfaatkan oleh trader untuk mencari peluang.
Dengan kata lain, perdebatan bukan hanya sekadar data, melainkan katalis penting yang dapat menggerakkan pasar dalam beberapa bulan ke depan.
Disclaimer : Artikel ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Update harga minyak terkini atau tips trading? Ikuti akun kami di X atau kunjungi PTNTC.COM atau Akademi Trading Oil untuk informasi terbaru!