Jika Powell Mundur, Apa yang Akan Terjadi dengan Harga Minyak?

Daftar isi Artikel

Ketika isu pengunduran diri Jerome Powell mencuat, pasar global langsung merespons. Meskipun kabar ini berasal dari tekanan politik, efeknya bisa merambat ke sektor energi – terutama ke harga minyak – melalui beberapa mekanisme fundamental.

1. Pelonggaran Kebijakan & Dolar AS Melemah

Pertama, jika Powell digantikan oleh figur yang lebih dovish (pro-suku bunga rendah), The Fed kemungkinan akan menurunkan suku bunga. Akibatnya, Dolar AS cenderung melemah ING ThinkTraderInsight. Selanjutnya, melemahnya dolar membuat minyak — yang diperdagangkan dalam USD — menjadi lebih murah bagi negara lain. Dengan demikian, permintaan bisa meningkat, memicu kenaikan harga minyak IERBlueberry Markets.

2. Volatilitas Pasar & Sentimen Energi

Selain itu, pergantian pimpinan The Fed menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan global ING ThinkMorningstar. Ketika pasar saham dan obligasi goyah, investor terkadang beralih ke komoditas – termasuk minyak – sebagai bagian dari strategi lindung nilai atau spekulasi short-term. Oleh sebab itu, harga minyak bisa terpental tajam dalam jangka pendek.

3. Inflasi & Biaya Energi

Ketiga, kenaikan minyak berkontribusi pada inflasi via transmisi langsung dan tak langsung. Studi dari Federal Reserve menunjukkan bahwa lonjakan harga minyak dapat menaikkan inflasi headline hingga hampir satu titik persentase, kemudian menyebar ke komponen jasa dan makanan federalreserve.gov+1federalreserve.gov+1. Karena The Fed sangat memperhatikan inflasi, perubahan harga minyak bisa memengaruhi arah kebijakan moneter selanjutnya.

4. Geopolitik & Harga Minyak

Terakhir, Powell sering menekankan ketahanan energi, termasuk stok minyak cadangan domestik apnews.com+2etnownews.com+2nbcchicago.com+2. Jika penggantinya melonggarkan kebijakan moneter di tengah konflik geopolitik (misalnya ketegangan di Timur Tengah), efeknya bisa berlapis: minyak naik karena gangguan pasokan, sedangkan dollar melemah karena suku bunga rendah—dua faktor yang mendorong harga minyak semakin tinggi.

Mekanisme Ringkas:

Jadi, jangan remehkan isu politik di The Fed. Pengunduran diri Powell bukan sekadar drama Washington, tapi bom waktu bagi pasar minyak dan energi dunia. Investor, analis, bahkan konsumen biasa perlu waspada: harga BBM bisa ikut terdampak kapan saja.

Pertanyaannya sekarang:
Apakah Anda siap menghadapi gelombang baru harga minyak yang bisa saja naik kapan pun jika Powell benar-benar melepas jabatannya?

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi semata. Segala analisis dan prediksi terkait harga minyak dan kebijakan The Fed bukan merupakan saran investasi atau keuangan. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Bagikan artikel ini:

Komentar:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *