Pergerakan crude oil (WTI/Brent) terkenal cepat, “galak”, dan sering bikin harga balik arah di area tertentu. Area itulah yang biasanya disebut support (zona tahan turun) dan resistance (zona tahan naik). Kalau kamu bisa menandai level-level ini dengan rapi, kamu jadi punya “peta” untuk: entry lebih terukur, stop loss lebih masuk akal, dan target lebih realistis.
Disclaimer: Ini artikel edukasi. Trading berisiko dan tidak ada metode yang menjamin profit.
1) Apa Itu Support & Resistance (Versi Praktis)
- Support: area harga di mana tekanan beli sering muncul sehingga penurunan melambat / memantul.
- Resistance: area harga di mana tekanan jual sering muncul sehingga kenaikan melambat / tertahan / berbalik.
Yang penting: support–resistance itu zona, bukan garis “1 angka doang”. Di oil, spread + volatilitas tinggi bikin harga sering “nyenggol” level sebelum benar-benar memantul/tembus.
2) Kenapa Level di Oil Sering Jadi “Magnet Harga”?
Karena banyak pelaku pasar memperhatikan area yang sama:
- Swing high / swing low (puncak & lembah yang jelas)
- Level psikologis (angka bulat: 70, 75, 80, dst.)
- Area konsolidasi (range yang lama)
- Breakout level yang berubah fungsi (resistance jadi support, atau sebaliknya)
Oil juga sering bereaksi agresif saat ada katalis (misalnya rilis data inventori), jadi level-level ini makin sering “dites”.
3) Cara Menandai Support–Resistance di Chart Oil (Step by Step)
Langkah 1 — Mulai dari timeframe besar (W1 / D1)
Tujuannya cari level mayor:
- Buka Weekly (W1) → tandai puncak/lembah besar 3–12 bulan terakhir.
- Turun ke Daily (D1) → rapikan zona yang paling sering disentuh.
Rule simpel: pilih level yang minimal disentuh 2–3 kali dan terlihat jelas (bukan “dipaksa cocok”).
Langkah 2 — Turun ke timeframe kerja (H4 / H1)
Di sini kamu cari level operasional:
- Area konsolidasi H4/H1 (range sebelum harga meledak).
- High/low sesi sebelumnya (sering jadi acuan intraday).
Langkah 3 — Tarik zona, bukan satu garis
Caranya:
- Ambil body candle sebagai inti zona
- Tambahkan “buffer” sampai ujung wick bila sering terjadi spike
Di oil, wick sering panjang, jadi zona lebih realistis daripada garis tipis.
Langkah 4 — Prioritaskan 3 jenis level paling kuat
- Swing High/Low yang jelas (paling sering dihormati)
- Base sebelum breakout (area “ngumpul tenaga”)
- Angka bulat (psychological level)
4) 5 Teknik Memilih Level yang “Benar-benar Kepakai”
Gunakan kombinasi ini (nggak harus semua):
- Multiple Touch
Semakin sering disentuh tanpa tembus jauh, biasanya level makin valid. - Rejection Candle
Ada candle yang “nolak” level (misal wick panjang + close balik). Ini tanda reaksi kuat. - Break & Retest (Perubahan Fungsi)
Resistance ditembus → harga balik “ngetes” → jadi support. Ini salah satu setup favorit trader. - Confluence (Tumpuk Konfirmasi)
Level makin kuat kalau berbarengan dengan:- trendline,
- moving average penting (misal MA200 di H4/D1),
- area range lama.
- Space to Move (Ruang ke level berikutnya)
Jangan entry kalau jarak ke resistance/support berikutnya terlalu dekat. Oil bisa whipsaw.
5) Cara Pakai Support–Resistance untuk Trading Oil
Ini framework yang aman dipakai pemula:
A) Entry “pantul” (rejection)
- Harga masuk zona support → muncul rejection → entry buy (atau sebaliknya di resistance).
- Stop loss: di luar zona (bukan di tengah-tengah).
- Target: level berikutnya.
B) Entry “tembus” (breakout)
- Tunggu close candle yang jelas menembus zona.
- Idealnya tunggu retest dulu (lebih aman dari fakeout).
- Stop loss: di sisi balik zona.
C) Entry “breakout gagal” (fakeout)
- Harga tembus sebentar tapi close balik ke dalam range → sering jadi sinyal pembalikan cepat.
- Ini cocok untuk yang sudah terbiasa, karena risk-nya tinggi.
6) Kesalahan Umum Saat Menggambar S/R di Oil
- Kebanyakan garis sampai chart jadi “hutan level”
- Menganggap level itu pasti memantul (padahal bisa tembus)
- Pasang stop loss terlalu mepet di garis → gampang “kesenggol wick”
- Menggambar level cuma dari timeframe kecil (M5/M15) tanpa konteks D1/H4
- Abaikan momen volatilitas tinggi (spike bisa menembus banyak level dalam hitungan menit)
7) Checklist Cepat Sebelum Eksekusi
Sebelum entry, cek ini:
- Levelnya terlihat juga di H4/D1?
- Ada rejection/konfirmasi (close, wick, struktur)?
- Jarak ke level berikutnya cukup untuk RR minimal 1:1.5 atau 1:2?
- Stop loss sudah di luar zona (bukan di tengah)?
- Lagi ada event/volatilitas tinggi? (kalau iya, kecilkan risiko)
Penutup
Support–resistance yang rapi itu seperti peta jalan: kamu tidak lagi menebak harga “mau ke mana”, tapi punya area untuk menunggu reaksi pasar. Di oil yang volatil, disiplin zona + manajemen risiko biasanya lebih penting daripada indikator yang terlalu banyak.